INILAH AKP OCHA, DIMANA SALAH SATU POLWAN YANG BERHASIL MERINGKUS PELAKU SABU 1 TON

INILAH AKP OCHA, DIMANA SALAH SATU POLWAN YANG BERHASIL MERINGKUS PELAKU SABU 1 TON

INILAH AKP OCHA, DIMANA SALAH SATU POLWAN YANG BERHASIL MERINGKUS PELAKU SABU 1 TON


Sebelumnya telah diketahui bahwa, pihak Kepolisian telah berhasil mengagalkan aksi penyeludupan sabu sebanyak 1 Ton, dan para pelaku pun telah berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian, namun sebagian ada yang lari, dan pihak kepolisianpun telah melakukan pencarian terhadap pelaku yang melarikan diri tersebut.

Disisi lain, AKP Rosana Labobar ini menjadi salah satu perbincangan dari sejumlah awak media. Polwan asal Ambon ini telah berhasil menjadi satu-satunya wanita yang iktu membantu melakukan penangkapan terhadap jaringan narkoba internasional dari Taiwan di Anyer, Banten.

Sekilas saja tidak ada yang berbeda dari Ocha ini, begitu biasa di sapa, wanita bergigi ginsul tersebut terlihat seperti Polisi lainya, tetapi, siapa sangka semangat keberanianya begitu besar dalam melakukan pengintaian terhadap jaringan narkoba.

Diketahui bahwa, AKP Rosana tersebut sebagai Wakil Kepala Satuan Narkoba di bagian jajaran Polresta Depok. pada dua bulan lalu, Ocha telah melakukan pengintaian terhadap wilayah sekitar Anyer, dan juga bersama dengan tim gabungan dari Dit Narkoba Polda Metro Jaya, serta Polresta Depok yang di pimpim oleh Dirnarkoba, Kombes Pol Nico Afinta dan juga Kombes pol Herry Heriawan.

Sabu yang telah berhasil didapatkan tersebut diseludupan oleh Lin Ming Hui dan juga anak buahnya yakni, Chen Wei Cyuan, Liao Guanyu, Yen Hung Chi, dan juga Hsu Yung Li.

Dalam melakukan pengintaian terhadap jaringan penyeludupan narkoba tersebut tentulah sangat berbahaya, namun AKP Rossa ini tidak takut, dan menjadi garda terdepan dalam tim Satgas Merah Putih tersebut.

"Waktu itu, saya berpura-pura sebagai orang tua yang ingin memancing, dan hanya orang pemancing saja yang boleh masuk ke lokasi tersebut,"Ungkap Wanita berusia 30 tahun tersebut.

Saat itu Ocha menjadi salah satu anggota yang sangat penting terhadap pengintaian penyeludupan jaringan narkoba jenis sabu dengan berat 1 Ton tersebut.

Namun, ada sebagian anggota yang tertidur akibat lelah, sebab, pengintaian ini memiliki berjam-jam tengah malam, hingga tidak ada tidur.

Tetapi, Ocha tidak lantas untuk memarahi anggotanya tersebut, sebab dia juga memahami bahwa anggotanya juga mengalami kelelahan, sehingga tertidur saat melakukan pengintaian.

"Saya sangat paham akan hal tersebut, memang sangatlah lelah, tapi itu buat saya tidak terlupakan, gimana kita merasakan sedang ngitnai tetapi ada yang tertidur,"Kenang dia.

Setelah kejadian tersebut terjadi, 1 jam kemudian, Ocha melihat segerombolan pihaknya yang memberi kode untuk memainkan lampu mobil ke bagian arah laut, dan diriinya menyakini bahwa kode penyeludupan sabu tersebut yang di antar melalui perahu sampan kecil dalam mobil tersebut.

Ketika mobil tersebut berjalan mulai putar balik, pihak petugaspun langsung bergerak untuk menggerebek, kemudian para tersangka juga melakukan perlawanan sehinga terjadilah tembakan di lokasi tersebut.

Yang paling mengenaskan, dirinya tersebut hampir saja tertabrak oleh mobil pelaku pembawa sabu 1 Ton tersebut,"Mereka saat itu mencoba untuk kabur, dan saya langsung bergulat di sana,"Ungkap dia.

Setelah terjadi adu tembakan, pihak kepolisian pun telah berhasil melakukan tembak mati terhadap salah satu pelaku yang terduga Bandar dari narkoba tersebut.

Dan saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang masih melarikan diri, dan saat ini pelaku yang sudah ditangkap sedang dilakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus yang terjadi saat ini.

Tidak ada komentar