PENJARA DI INDONESIA PENUH SESAK SEDANGKAN PENJAGA PENJARA TERLALU SEDIKIT


Penjara di Indonesia memegang terlalu banyak narapidana, sementara pada saat yang sama memiliki terlalu sedikit penjaga penjara, yang menyebabkan berbagai masalah disiplin. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia kepala kantor Jawa Barat Indro Purwoko mengatakan rasio penjaga penjara terhadap tahanan jauh dari ideal. Rasio yang ideal harus satu penjaga untuk setiap 25 narapidana, katanya. Saat ini, kami memiliki 1.800 penjaga untuk 22.000 tahanan di Jawa Barat, kata Indro kepada awak media pada hari Kamis.

Menurut data kementerian, jumlah tahanan dan tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Jelekong di Bandung, Jawa Barat, melebihi 1.300 pada April 2018. Lembaga pemasyarakatan itu dirancang untuk menahan 793 narapidana, yang berarti fasilitas itu 64 persen penuh sesak.

Di Jelekong, setiap penjaga [perlu] mengawasi 50 tahanan, kata Indro. Indro mengutip kasus baru-baru ini di mana tiga narapidana Penjara Jelekong memperoleh akses ke ponsel dan berhasil melakukan penipuan dan pemerasan yang melibatkan penipuan percintaan online.

Kapolresta Bandung Kombes. Hendro Pandowo mengatakan ketiga tahanan berhasil memeras sekitar Rp 500 juta (US $ 36.343) dari korban mereka. Kami sekarang sedang menyelidiki apakah para petugas di lembaga pemasyarakatan melindungi sindikat itu, katanya.

Tidak ada komentar