INI LATAR BELAKANG KEHIDUPAN PELAKU BOMBER GEREJA YANG ADA DI SURABAYA
INI LATAR BELAKANG KEHIDUPAN PELAKU BOMBER GEREJA YANG ADA DI SURABAYA
Puji Kuswati yang diketahui merupakan Wanita Pelaku Bom Bunuh Diri yang terjadi di salah satu Gereja yang ada di Kota Surabaya. Ternaya merupakan seorang wanita yang memiliki hidup berkecukupan. Sebab Ibu dari Puji Kuswati merupakan seorang Juragan Jamu yang sangat sukses di Desa.
Puji diketahui berasal dari Desa Tembokrejo , Kecamatan Muncar Banyuwangi. Namun sewaktu kecil , dirinya sudah di tinggalkan oleh orangtuanya dan dirinya diketahui tinggal bersama dengan saudaranya di Magetan.
Koesni yang merupakan Ibunda dari Puji pun hingga saat ini masih belum percaya bahwa Putri Tercintanya Nekat melakukan Aksi Bom Bunuh Diri , Di tambah kedua cucunya juga ikut serta dalam aksi yang sangat mengerikan itu.
"Orangtua dari Puji Kuswati masih mengalami Syok berat dan sang Ibunda masih tidak menyangka anak nya dapat melakukan aksi tersebut," ujar sang Kepala Desa Tembokrejo yakni Sumarto kepada media , Senin 14 Mei 2018.
Sumarto juga sudah membenarkan bahwa Haji Kusni memang merupakan Warga dari Tembokrejo. Hanya saja saat masih berusia 22 Bulan , Puji Kuswati sudah tidak tinggal bersama dengan Ibundanya.
"Orangtuanya Haji Kusni memang merupakan warga Tembokerjo , Namun Puji Kusmati bukanlah warga Tembokerjo , sebab saat dirinya sedang berusia 22 Bulan , Puji sudah di ambil oleh Budenya yang ada di Magetan sebab sang Bude tidak memiliki anak. Jadi Puji bukan merupakan warga Banyuwangi," ujar Sumarto menjelaskan.
Hingga Besar dan menikah dengan sang Suami yakni Dita Upriyanto , Puji memang diketahui tinggal di Kota Surabaya. Meskipun telah menikah , ternyata Fasilitas seperti Rumah hingga Mobil yang dimiliki oleh Puji ternyata berasal dari sang Ibunda.
"Rumahnya yang ada di Surabaya merupakan Pembelian dari Keluarga Muncar. Bahkan Puji juga dibelikan Mobil hingga sudah di jual sebanyak Tiga Kali. Namun pada Akhirnya , Puji juga mendapatkan kembali sebuah Mobil. Namun dalam mencegah agar mobil tersebut tidak di jual , BPKB Mobil yang dimiliki oleh Puji di ambil oleh sang keluarga dan Mobil itu lah yang masih tersisa hingga saat ini," ujarnya.
Seperti yang telah di duga , Mobil Ketiga yang telah dibelikan kepada Puji merupakan Mobil dengan Merek Toyota Avanza dan Mobil tersebutlah yang digunakan dalam melakukan Aksi Bom Bunuh Diri saat berada di Gereja Pantekosta , Pusat Surabaya.
Rusiono yang merupakan perwakilan keluarga Pelaku yang berada di Desa Tembokrejo menyatakan bahwa dua mobil yang telah dibelikan oleh sang keluarga sebelumnya telah di jual dengan alasan yang sama sekali tidak masuk akal. Sementara Rumah yang di tinggal di Surabaya dibelikan dengan Harga Rp 600 Juta.
Rusiono menyatakan bahwa Mobil tersebut diduga adalah mobil yang digunakan oleh pelaku. Kami pihak keluarga mengetahui hal tersebut dari media. Mengenai Mobil yang biasanya digunakan , Pihak Keluarga hanya membelikan untuk digunakan sebagai kepentingan yang ada di dalam keluarga saja," ujar Rusiono.

Post a Comment