Polisi menduga tersangka pembunuhan di Riau adalah seorang simpatisan IS


Personil Kepolisian Pekanbaru telah menangkap seorang yang dicurigai sebagai simpatisan kelompok ekstrimis Negara Islam (IS), yang diidentifikasi hanya sebagai RH, 21, selama penyelidikan mereka terhadap pembunuhan seorang penjahit, Ahmad Syahwan, di distrik Tampan, Pekanbaru, Riau.

Ahmad Syahwan ditemukan tewas, berlumuran darah, di kompleks perumahan Sakato di Jl. Cipta Karya pada 25 Mei.

RH, yang bekerja sebagai penjahit, ditangkap di sebuah rumah sewaan di Jl. Cipta Karya Gang Hidayah, Kecamatan Sialang Munggu, kecamatan Tampan, kota Pekanbaru, sekitar jam 10 malam. waktu setempat pada hari Minggu kemarin.

Berdasarkan penyelidikan polisi, RH terlibat dalam kasus pembunuhan ini karena ia didesak oleh temannya, yang diidentifikasi hanya sebagai YD, untuk mengambil bagian dalam kejahatan. YD adalah seorang karyawan Ahmad Syahwan. Polisi masih mencari keberadaan YD dan memasukkan namanya ke daftar yang paling dicari (DPO).

Beberapa personel Brigade Mobil (Brimob) terlibat dalam penangkapan karena penyelidik telah menerima informasi bahwa RH dikaitkan dengan kelompok ekstremis Islam. Situs penangkapan disterilkan sebelum anggota Brimob melakukan penggerebekan untuk memastikan aman bagi mereka untuk masuk.

Juru bicara Polda Riau Kombes. Sunarto mengatakan indikasi kuat keterlibatan RH dengan IS ditemukan ketika polisi menggerebek rumahnya. Mereka menemukan empat bendera IS, sekaleng cat putih yang diduga digunakan untuk membuat bendera IS, sejumlah senjata tajam dan tiga CD.

Tidak ada komentar