BEGINI PENILAIAN DEMOKRAT TERHADAP PERNYATAAN MAHFUD MENGENAI KEPEMIMPINAN JOKOWI
BEGINI PENILAIAN DEMOKRAT TERHADAP PERNYATAAN MAHFUD MENGENAI KEPEMIMPINAN JOKOWI
Mahfud MD diketahui telah membocorkan kronologi mengenai batalnya pemilihan Cawapres atas dirinya dalam mendampingi Capres Pertahanan Joko Widodo atau yang akrab disapa dengan Jokowi dalam Acara Indonesia Lawyer Club (ILC), Selasa 14 Agustus 2018 Kemarin.
Mahfud menyatakan bahwa dirinya telah batal menjadi Cawapres karena di warnai dengan ancaman bahwa NU tidak bertanggung jawab apabila bukan Kader NU yang menjadi Cawapres Jokowi. Mahfud bercerita tentang Informasi yang di dapatkannya dari Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yakni Muhaimin Iskandar (Cak Imin) saat keduanya sedang melakukan pertemuan.
Dari pernyataan yang diberikan oleh Mahfud MD , Partai Demokrat setalh menilai bahwa Pernyataan nyangvdiberikan sudah menjadi sebuah Bukti bahwa Jokowi tidak Berdaulat atas dirinya. Bahkan lebih jauh mengenai pernyataan Mahfud untuk Demokrat merupakan suatu Bukti Lemahnya dari Kepemimpinan Jokowi.
"Dari awal kami sudah sampaikan bahwa Jokowi sama sekali tidak berdaulat dengan dirinya. Tidak memiliki hak dalam menentukan siapa yang akan menjadi pasangannya," ujar Ketua DPP Partai Demokrat yakni Ferdinand Hutahaean , Rabu 15 Agustus 2018.
Faktor tersebutlah yang menjadikan salah satu pertimbangan untuk Partai Demokrat sebelum memutuskan untuk bergabung dengan Pihak Jokowi atau Prabowo. Menurut Cerita dari Mantan Ketua MK itu , Ferdinand hanya menjadi pembenar terhadap dugaan yang diberikan pihaknya selama ini.
"Justru dengan cerita Pak Mahfud MD mengenai proses pemilihan KH Ma'ruf Amin maka dapat di nilai bahwa hal tersebut semakin menjustifikasi serta membenarkan bahwa Jokowi memang tidak dapat memimpin Negeri ini," ujarnya menjelaskan.
Dengan kualitas pemimpin yang tidak berdaulat atas dirinya , Ferdinand menilai bahwa hal tersebut hanya akan membuat Negara Indonesia menjadi sulit untuk dibawa bersaing di tengah tantangan global dewasa ini.
"Pak Jokowi lemah dalam kepemimpinannya. Sebab memilih wakil saja Jokowi sudah kalah dari tekanan yang telah ada," ujar Fedinand menjelaskan
Post a Comment