Kandidat Capres Nomor 1 Jokowi-Ma'ruf Akan Menerapkan Kampanye Presiden Perang Habis-habisan
Adi Prayitno selaku pengamat politik dari Universitas Islam Nasional (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, berpendapat bahwa ada dua alasan kuat untuk menyarankan calon presiden yang berkuasa Jokowi-Ma'ruf Amin akan menerapkan strategi kampanye "perang habis-habisan".
Alasan pertama, Pak Adi menjelaskan, didorong oleh keterpilihan Bapak Jokowi yang saat ini dianggap stagnan dan belum mencapai tingkat yang aman
Logika survei, elektabilitas petahana harus setidaknya 60 persen. Elektabilitas Pak Jokowi saat ini di 54 hingga 56 persen, kata Adi Prayitno kepada awak media melalui telepon pada hari Jumat, 15 Februari 2019.
Alasan kedua adalah upaya kamp Jokowi untuk mencapai tujuannya sendiri yaitu 70 persen keterpilihan.
Tidak, itu bukan karena elektabilitas yang stagnan. Perang habis-habisan ini karena kita tidak ingin menang dengan tingkat persentase yang rendah. Kami ingin itu menjadi optimal dan mencapai tujuan kami sebesar 70 persen, kata Bapak Moeldoko, Wakil ketua tim kampanye (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin pada tanggal 14 Februari 2019.
Moeldoko menjelaskan bahwa strategi kampanye perang habis-habisan berarti mengoptimalkan penggunaan setiap sumber daya yang mungkin, seperti partai politik, sukarelawan, dan setiap elemen lainnya dalam mendukung kandidat presiden Jokowi-Ma'ruf Amin.
Manajer tim kampanye Jokowi, Bapak Erick Thohir menambahkan bahwa strategi kampanye perang habis-habisan tidak berarti melakukan apa pun untuk memenangkan pemilihan, tetapi melakukan upaya yang terkoordinasi dengan baik antara elemen-elemen pendukung.

Post a Comment