BMKG : Gempa Selat Sunda Berkekuatan 8,7 Tidak Akan Menyebabkan Tsunami Di Jakarta
Jakarta tidak akan terkena tsunami bahkan jika gempa berkekuatan 8,7 akan terjadi di Selat Sunda, kata Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Kepala divisi gempa dan tsunami BMKG Bapak Rahmat Triyono mengatakan prediksi tersebut didasarkan pada model yang dikembangkan oleh badan tersebut.
Berdasarkan semua model bahkan gempa berkekuatan 8,7 di Selat Sunda tidak akan terlalu signifikan untuk Ibukota Jakarta, kata Pak Rahmat pada hari Jumat, 1 Maret 2019, lapor kompas.com.
Dia mengatakan bahwa bahkan jika gempa berkekuatan 8,7 skala Richter terjadi di Selat Sunda, gelombang di lepas pantai Jakarta hanya akan setinggi puluhan sentimeter.
Namun, Jakarta bisa terkena tsunami jika gempa dengan kekuatan lebih besar dari 8,7 terjadi di Selat Sunda.
Rahmat Triyono menunjuk gempa bumi di Sendai, Jepang, pada tahun 2011 sebagai contoh gempa bumi yang menentang prediksi dan merupakan yang terkuat yang pernah dicatat.
Sebelumnya, gempa terkuat di Sendai tercatat 8,0 skala Richter, jadi tanggul laut 4 meter dibangun untuk gelombang setinggi 3 m. Tetapi gempa bumi pada tahun 2011 diukur 9,0 pada skala Richter, memecahkan rekor, katanya.
Rahmat Triyono mengatakan BMKG telah menjalankan model di Selat Sunda karena lempeng tektonik megathrust Sunda terletak di sana.
BMKG telah membuat model untuk berbagai skenario berdasarkan pada kedalaman dan besarnya gempa yang mungkin terjadi.
Kami telah menghitung 18.000 skenario berbeda," kata Bapak Rahmat Triyono.
Post a Comment