Juru Bicara BNPB Menyesalkan Pencurian Alat Peringatan Kebakaran
Juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Bapak Sutopo Purwo Nugroho telah menyesalkan pencurian sistem peringatan dini kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan, sebuah provinsi yang rentan terhadap kebakaran hutan.
Pada tanggal 28 Februari 2019, kepala kelompok tugas pendidikan Badan Restorasi Lahan Gambut Nasional (BRG) Suwignya Utama mengatakan setidaknya lima Sipalaga sistem deteksi dini kebakaran liar telah hilang sejak tahun 2018, seperti dilansir Antara. Masing-masing dihargai sekitar Rp 100 juta.
Menanggapi berita itu, Pak Sutopo mengambil ke Twitter-nya @Sutopo_PN pada hari Sabtu, 2 Maret 2019 malam untuk mengatakan, “Tidak hanya pelampung peringatan dini tsunami tetapi juga unit deteksi kebakaran hutan, seismograf dan sirene peringatan tsunami dicuri. Kami hampir tidak punya cukup, namun mereka dicuri.
Dia mengatakan pencurian itu adalah "masalah non-struktural yang tidak mudah diselesaikan, mirip dengan sampah sembarangan".
Setiap unit peringatan dini Sipalaga mencatat tingkat air dan kelembaban tanah gambut serta curah hujan. Semua data yang direkam dikirim ke sistem pemantauan pusat
BRG telah memasang sekitar 142 unit Sipalaga di tujuh provinsi dengan lahan gambut, 21 di antaranya berlokasi di Sumatera Selatan. Suwignya mengatakan pencurian hanya terjadi di Sumatera Selatan.
Sumatra Selatan adalah salah satu dari 16 provinsi di Indonesia yang rentan terhadap kebakaran hutan dan lahan menjelang El Nino yang akan datang, suatu pola iklim yang terkait dengan pemanasan air di wilayah tengah dan timur Samudera Pasifik khatulistiwa.
El Niño dapat memperpanjang musim kemarau di Indonesia, yang dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan.

Post a Comment