Moeldoko : Kartu Pra-kerja Tidak Akan Berlaku Selamanya


Tim kampanye pasangan calon presiden Joko Widodo atau yang kita kenal sebagai Pak Jokowi dan pasangannya Kiai Ma'ruf Amin telah menegaskan bahwa kartu pra-kerja, yang merupakan salah satu janji kampanye petahana, tidak akan berlaku selamanya.

Dalam pidatonya pada tanggal 24 Februari 2019, Pak Jokowi berjanji untuk mengeluarkan kartu pra-kerja, yang dapat digunakan oleh orang-orang yang menganggur atau pekerja yang ingin menjalani pelatihan kejuruan.

Seperti dijelaskan oleh Pak Jokowi, kartu pra-kerja akan diberikan kepada orang-orang hanya ketika mereka sedang mencari pekerjaan, kata wakil ketua tim kampanye, Bapak Moeldoko, pada hari Selasa, 5 Maret 2019, pada keterangan yang tertulis

Dia menambahkan bahwa pemerintah akan menyatakan kartu tidak valid setelah pemegang mencari pekerjaan.

Moeldoko yang saat ini menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan, mengatakan pemerintah akan memilih pemegang kartu berdasarkan kriteria tertentu.

Namun, pensiunan jenderal itu menolak menjawab ketika ditanya berapa lama pemerintah akan memberikan bantuan kepada para pemegang kartu. Dia juga tidak memberikan jawaban spesifik tentang jumlah yang dianggarkan untuk program tersebut.

Saya percaya anggaran akan sangat besar karena kami fokus pada pengembangan sumber daya manusia kami. Kami akan melihat detailnya nanti, kata Bapak Moeldoko.

Kartu pra-kerja bukan satu-satunya yang dijanjikan oleh Pak Jokowi selama pidatonya di bulan Februari. Dia juga berencana untuk menerapkan program Kartu Pokok Terjangkau Makanan dan meningkatkan inisiatif bantuan pangan yang ada, seperti program bantuan sosial beras di samping Program Keluarga Harapan.

Dia berjanji untuk memperluas program Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk memasukkan mahasiswa. Saat ini hanya berlaku untuk siswa hingga tingkat sekolah menengah, 18,7 juta di antaranya telah menerima kartu.

Tidak ada komentar