Jokowi Menyerukan Persatuan Setelah Pertempuran Pemilihan Presiden
Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah meminta anggota masyarakat untuk bersatu kembali sebagai saudara dan saudari setelah pemilihan presiden yang diperebutkan dengan sengit yang sekali lagi mengadu dia dengan saingan lamanya, Bapak Prabowo Subianto.
Berbicara di depan kerumunan pendukung dan jurnalis di Teater Jakarta, Bapak Jokowi juga meminta semua pihak untuk menunggu penghitungan akhir resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU), meskipun hasil penghitungan cepat menunjukkan ia memimpin pemilihan presiden.
Presiden mengatakan dia dan anggota koalisinya telah mempelajari hasil berbagai jajak pendapat dan penghitungan cepat pemilihan presiden pada hari Rabu sore, 17 April 2019.
Namun, kita harus bersabar dan menunggu rekapitulasi suara resmi oleh KPU, kata Pak Jokowi.
Sebagian besar hasil penghitungan cepat yang dilakukan oleh lembaga survei mapan telah menunjukkan bahwa Jokowi memimpin balapan dengan selisih yang nyaman.
Penghitungan cepat yang dilakukan oleh Pusat Studi Strategis dan Internasional dan Jaringan Kores menunjukkan bahwa Jokowi telah terpilih kembali sebagai presiden, dengan tiket Jokowi-Ma'ruf Amin memenangkan 55,8 persen suara terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 44,2 persen pada 5 : 48:00, ketika data dari 90 persen TPS yang disurvei telah diterima.
Jokowi, yang mengucapkan terima kasih kepada semua penyelenggara pemilu dan otoritas keamanan atas upaya mereka untuk memastikan pemilihan yang bebas dan adil, juga menyerukan kepada orang Indonesia untuk memperbaiki hubungan setelah pemilihan.
Luhut Panjaitan, yang mengepalai kelompok sukarelawan Bravo 5 yang mendukung Jokowi, mengakui bahwa petahana memimpin dalam pemilihan berdasarkan hasil penghitungan cepat dan data besar. Namun, Bapak Jokowi tidak ingin melangkahi KPU dan akan menunggu perhitungan resmi sebelum mengumumkan kemenangan.
Menanggapi klaim Bapak Prabowo Subianto bahwa lembaga survei tertentu telah berpihak, Pak Luhut mengatakan tidak mungkin bagi lembaga pemungutan suara untuk memeriksa hasil survei mereka sendiri karena reputasi mereka dipertaruhkan.
Menurut saya, kita tidak boleh berprasangka karena kita semua profesional, kata Luhut Panjaitan, Hasil penghitungan cepat dari berbagai lembaga survei hanya memiliki sedikit perbedaan 1 hingga 2 persen.

Post a Comment