KPU Jakarta: Satu Petugas TPS Meninggal Karena Kelelahan, Yang Lain Dilaporkan Jatuh Sakit
Satu petugas pemungutan suara meninggal karena kelelahan sementara sejumlah lainnya dilaporkan sakit selama pemilihan 2019, dari persiapan hingga setelah hari pemungutan suara pada tanggal 17 April 2019, kata seorang pejabat.
Ada banyak petugas pemungutan suara yang jatuh sakit dan satu meninggal sehari sebelum hari pemilihan karena kelelahan, kata komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta, Nurdin, pada hari Sabtu, 20 April 2019 sebagaimana dalam pernyataan tertulis.
Dia mengatakan, petugas yang meninggal itu telah bekerja di sebuah TPS di Jakarta Barat.
Kantor menerima laporan dari TPS tentang kondisi petugas mereka.
Ada petugas yang sakit di setiap kota dan dirawat di rumah sakit. Ada lebih dari satu orang di setiap daerah, katanya, seraya menambahkan bahwa dia tidak tahu persis jumlah petugas yang jatuh sakit.
Nurdin mengatakan sebagian besar kasus disebabkan oleh kelelahan. Dia mengatakan beban kerja selama pemilihan ini, di mana pemilihan presiden dan legislatif dilakukan bersamaan, lebih berat dan mengambil lebih banyak energi dan waktu daripada pemilihan sebelumnya.
Dalam pemilihan serentak tahun 2019, pemilih memberikan suara untuk memilih calon presiden dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan dewan legislatif daerah (DPRD).
Beban kerja ekstra sedikit banyak memengaruhi pikiran dan kekuatan para petugas. Selain itu, anggaran untuk mereka juga sama dengan pemilihan sebelumnya, meskipun beban kerjanya jauh lebih banyak, tambah Nurdin.

Post a Comment