Kekurangan Darah Dilaporkan Di Pasaman Barat Karena Pasokan Turun Selama Ramadhan


Palang Merah Indonesia Pasaman Barat (PMI Pasaman Barat) kekurangan pasokan darah karena berjuang untuk menemukan donor selama bulan Ramadhan.

Semakin sulit bagi kami untuk memenuhi permintaan darah, kata PMI Pasaman Barat Ridawarsa di Kecamatan Simpang Empat, Pasaman Barat, pada hari Minggu, 12 Mei 2019, seperti pernyataan tertulis.

Dia mengatakan bahwa, pada minggu pertama bulan puasa, permintaan darah telah mencapai 200 kantong. Biasanya, bank darah di dua rumah sakit di kawasan itu akan mencatat permintaan mingguan sekitar 150 kantong.

Kurangnya ruang untuk mengadakan donor darah publik di malam hari menimbulkan tantangan bagi unit transfusi darah dari PMI Pasaman Barat.

Bahkan pasokan darah yang kami kumpulkan sebelum Ramadhan menipis, kata Ridawarsa.

Akibatnya, PMI Pasaman Barat sering harus meminta PMI Padang dan Bukit Tinggi di Sumatra Barat untuk membantu menutupi kebutuhan darah mereka, kata Ridawarsa.

Selain itu, PMI Pasaman Barat juga mengandalkan program donor darah "on call", di mana PMI akan mengumpulkan nomor telepon donor dan menelepon mereka begitu sumbangan mereka diperlukan.

Untuk memenuhi permintaan, kata Ridawarsa, PMI Pasaman Barat berencana untuk menarik donor di tempat-tempat ibadah.

Ridawarsa menyatakan harapan bahwa masyarakat akan membantu mereka di saat darurat.

Mudah-mudahan, akan ada lebih banyak orang yang mau menyumbangkan darah mereka untuk mereka yang membutuhkan, katanya.

Kekurangan darah adalah hal biasa selama bulan puasa, karena dipercaya bahwa mendonorkan darah membatalkan puasa dan melemahkan tubuh manusia, menurut PMI.

Tidak ada komentar