Sungai Piyungan Yogyakarta Terkontaminasi Kromium
Sungai Piyungan di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, telah tercemar kromium dari limbah yang dibuang oleh empat pabrik penyamakan kulit di dekatnya, sebuah penelitian mengungkapkan.
Jumlah kromium yang dapat ditoleransi oleh manusia adalah 0,01 bagian per juta (ppm), tetapi penelitian saya mengungkapkan bahwa jumlahnya mencapai dari puluhan hingga ratusan ppm, kata Djoko Rahadjo, seorang peneliti di Duta Wacana Christian Universitas, yang telah mempelajari sungai selama empat tahun, pada hari Rabu.
Sungai Piyungan mengalir ke selatan dari sumbernya di lereng Gunung Merapi ke Sungai Opak sebelum mencapai pantai selatan. Keempat kompi tersebut terletak 25 kilometer dari laut.
Djoko mengatakan kromium adalah zat yang digunakan untuk menghilangkan bulu dari kulit binatang.
Chromium adalah limbah cair yang berbahaya bagi manusia, bahkan dapat menyebabkan kematian, katanya.
Untuk penelitiannya, Djoko mengatakan dia telah mengambil sampel darah, kuku dan rambut dari sekitar 30 orang yang tinggal di sepanjang sungai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 75 persen sampel mengandung kromium.
Efek buruk kromium bagi kesehatan manusia hanya akan terasa dalam lima hingga 10 tahun, dimulai dengan gagal ginjal dan hati dan akhirnya menyebabkan kematian, katanya.
Zat ini juga dikonsumsi oleh ikan dan moluska, yang kemudian dikonsumsi oleh manusia. Djoko mengatakan limbah itu juga telah mencemari sumur-sumur masyarakat dan diserap oleh tanaman pangan, termasuk beras, cabai, dan singkong.
Peraturannya harus jelas dan ditegakkan. Jika kesehatan masyarakat terpengaruh secara negatif, maka kita tidak bisa hanya memikirkan dampak ekonomi jangka pendek, kata Djoko.
Post a Comment