9 Tewas Dalam Aksi Penembakan


Awal Agustus menjadi akhir pekan yang berdarah bagi Amerika Serikat. Dalam satu hari, dua penembakan terjadi di negara itu pada hari Minggu. Hanya beberapa jam setelah 20 orang tewas akibat penembakan di El Paso, Texas, peluru-peluru itu berserakan lagi untuk mengambil nyawa warga sipil tak berdosa. Kali ini penembakan terjadi di Dayton, Ohio. Dipersenjatai dengan senapan Kalashnikov, seorang pemuda yang diidentifikasi sebagai Connor Betts dari Bellbrook, Ohio, menembakkan peluru yang menewaskan 9 orang dan 27 lainnya luka-luka. Seperti dilansir CBS, beberapa yang terluka berada dalam kondisi kritis. Walikota Nan Whaley dan pejabat kota Dayton lainnya memberikan informasi tentang tindakan mematikan Betts. Betts dilaporkan menggunakan pelindung tubuh dan membawa beberapa majalah untuk senapannya.

Betts ditembak mati oleh polisi yang tiba di tempat kejadian kurang dari satu menit setelah pembantaian dimulai. Dari 27 orang yang dibawa ke rumah sakit karena cedera, 15 di antaranya telah dipulangkan. Lima pasien dalam kondisi kritis atau serius, dengan beberapa operasi dijadwalkan untuk mengobati cedera mereka. Jumlah korban bisa lebih tinggi, jika tidak dinetralkan oleh polisi dalam waktu kurang dari satu menit setelah penembakan, Whaley menekankan.Lokasi lokasi pemotretan dikenal sebagai area bersejarah. Betts melakukan aksinya tepat di depan Ned Peppers Bar, di East 5 Street Dayton. Di lokasi ini ada juga sejumlah pub dan restoran lainnya. Polisi mengatakan lingkungan itu adalah salah satu yang paling aman di kota itu, dan respon cepat polisi dimungkinkan karena jadwal patroli rutin di wilayah tersebut.

Tidak ada komentar