Nurdin Abdullah Akan Memanggil Kelompok Yang Menamakan Dirinya Sebagai BMI
Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah menyatakan bahwa ia berencana untuk memanggil sebuah kelompok yang menamakan dirinya Brigade Muslim Indonesia (Brigade Muslim Indonesia / BMI) setelah serangan Buku di toko buku Gramedia Trans Mall di Makassar pada hari Sabtu, 3 Agustus 2019.
BMI dilaporkan menggerebek toko buku setelah mengklaim bahwa beberapa buku yang dijual di sana dianggap untuk mempromosikan Marxisme dan Leninisme.
Kami sekarang berencana untuk memanggil organisasi BMI. Kami ingin mereka tahu bahwa ada aturan mereka harus mengikuti dan mereka tidak dapat bertindak dengan sengaja, kata Gubernur Nurdin Abdullah kepada awak media di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kantor pusat regional di Jalan Dipenogoro di Jakarta pada hari Senin, 5 Agustus 2019.
Nurdin Abdullah menegaskan bahwa pemerintah akan memberikan elaborasi tentang hukum dan peraturan yang berlaku tentang sirkulasi buku di Indonesia dan pentingnya menghormati aturan hukum.
Meninjau penerapan sanksi, Nurdin mengatakan akan dibahas sebagai tindak lanjut dari pertemuan mendatang dengan BMI. Kita akan lihat, saya kira ini adalah masalah gagal memahami aturan tertentu. Kami tidak ingin hal itu terulang kembali, Nurdin menjelaskan.
Seperti dilaporkan sebelumnya, Brigade Muslim Indonesia menyita sejumlah buku yang mereka anggap mempromosikan komunisme dari toko buku besar Gramedia di Makassar. Serangan buku itu memicu kemarahan publik di seluruh media sosial dan menyebut BMI sebagai warga sipil karena bertindak menentang kebebasan berekspresi negara.

Post a Comment