PLN BERJANJI TIDAK AKAN ADA NAMANYA MATI LAMPU JADI TENANG SAJA TUTURNYA KETUA PLN


Hasil gambar untuk pln


Manajer Umum Pusat Kontrol Beban Perusahaan Listrik Pusat (PLN), Edwin Nugraha Putra, memastikan bahwa kondisi listrik di DKI Jakarta akan pulih pada pukul 7:27 malam. Proses pemulihan secara bertahap dilakukan oleh PLN dengan mengoptimalkan aliran listrik dari wilayah timur Jawa.

"Tiga jam setelah 16.27 WIB akan pulih 100 persen dari Jakarta," katanya pada konferensi pers di Jakarta, Jumat (4/8).

Sebelumnya, Penjabat Direktur PLN, Sripeni Inten Cahyani mengatakan bahwa pada pukul 11:27 pagi adalah fase pemulihan yang memastikan bahwa pasokan listrik dari Jawa Timur telah memasuki PLTA Cirata dan Saguling. Kedua lokasi mengambil peran stabilisator catu daya untuk dikirim ke wilayah barat.


Nantinya, lanjut Cahyani, pasokan listrik akan masuk ke pos PLN di Gandul, Depok. Kemudian akan diteruskan sesuai kebutuhan listrik di Jawa Barat dan DKI Jakarta. Pasokan listrik untuk DKI akan dipasok melalui pembangkit listrik Muara Karang, sementara kebutuhan listrik di Banten dan Jawa Barat dipasok melalui Suryalaya, Cilegon.

Sekitar 4 hingga 5 jam pulih (untuk Banten dan Jawa Barat). "Mudah-mudahan itu tidak akan lewat dari 00.00 WIB," kata Cahyani.

Cahyani, dalam kesempatan itu memastikan bahwa gangguan listrik tidak meluas ke Jawa Timur dan Bali.

"Semua sumber daya kami difokuskan pada peningkatan. Kami meminta maaf dan ketulusan pelanggan," kata Cahyani.

Cahyani mengatakan bahwa masalah seperti ini bukan yang pertama kali. PLN, mengatakan dia pernah mengalami hal serupa pada 1997, pemadaman Jawa-Bali. Peristiwa serupa terjadi sebagian pada September 2018, karena gangguan di Paiton, Jawa Timur.

"Jadi memang kalau dilihat dari suatu periode waktu, sebenarnya ini tidak sering. Kami berharap, ini yang benar-benar kami hindari, untuk menghindari pemadaman yang kami lakukan perbaikan," kata Cahyani.

Tidak ada komentar