Resmi, Trump Jatuhkan Sanksi kepada Turki


Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah menjatuhkan sanksi terhadap Turki untuk operasi militernya di Suriah. Sanksi tersebut ditujukan kepada pejabat dan lembaga Turki. Menteri Keuangan AS Steve Mnuchin mengatakan sanksi diberikan kepada tiga menteri bersama dengan Kementerian Pertahanan Turki dan Kementerian Energi. Sementara Wakil Presiden AS Mike Pence mengatakan Trump telah berbicara dengan rekannya dari Presiden Turki Recep Tayyep Erdogan dan menyerukan gencatan senjata. Presiden Amerika Serikat meminta Presiden Turki untuk menghentikan invasi, kata Pence setelah bertemu Trump. Pence mengatakan, Trump telah menandatangani perintah eksekutif yang menjatuhkan sanksi dan menyerahkannya kepada pemimpin delegasi ke Turki untuk mulai menegosiasikan resolusi antara Turki dan Kurdi. Trump juga memerintahkan kenaikan tarif baja dan segera membatalkan negosiasi perjanjian perdagangan USD100 miliar dengan Turki. Pemerintah eksekutif memberikan wewenang kepada menteri keuangan untuk memberi sanksi kepada para pejabat Turki atas tindakan atau kebijakan yang selanjutnya mengancam perdamaian, keamanan, stabilitas atau integritas wilayah Suriah.

Dalam pernyataan sebelumnya, Trump mengatakan dia sepenuhnya siap untuk segera menghancurkan ekonomi Turki jika para pemimpin Turki terus mengambil jalan yang berbahaya dan destruktif ini. Langkah itu adalah upaya konkret AS pertama untuk menghukum Turki, sekutunya di NATO, karena invasi ke wilayah yang dikuasai. oleh sekutu Kurdi AS setelah Trump memerintahkan penarikan pasukan dari Suriah utara pekan lalu. Jika operasi Turki berlanjut, itu akan memperburuk krisis kemanusiaan yang tumbuh dan menakutkan, dengan konsekuensi yang berpotensi bencana, kata Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dalam sebuah pernyataan. Untuk menghindari penderitaan sanksi yang lebih lanjut dijatuhkan di bawah perintah eksekutif baru ini, Turki harus segera menghentikan ofensif sepihak di timur laut Suriah dan kembali ke dialog dengan Amerika Serikat tentang keamanan di Suriah timur laut, tambahnya. Turki melancarkan operasi militer pada hari Rabu setelah Presiden AS Donald Trump menarik beberapa pasu yang telah mendukung pasukan Kurdi dalam perang melawan Negara Islam.

Tidak ada komentar