Jokowi : Stop Bikin Banyak Peraturan
Di depan kepala daerah dan kepala DPRD di seluruh Indonesia, Presiden Joko Widodo Jokowi menyarankan daerah untuk tidak membuat terlalu banyak aturan. Baik dalam bentuk peraturan daerah, peraturan gubernur, peraturan yang mengatur Gubernur Sumatera Utara dan peraturan gubernur perwali. Negara ini memiliki banyak peraturan. "Negara kita bukan negara yang memerintah," kata Jokowi di Sentul International Convention Center di Bogor, Jawa Barat. Dia mengatakan bahwa jika semuanya diatur, itu akan menjerat sendiri. Ini akan berdampak pada kebebasan bergerak pemerintah. Kecepatan kami dalam memutuskan perubahan tidak cepat. dengan ukuran apa pun ingin fleksibel, cepat menanggapi perubahan, kami menambahkan banyak aturan untuk apa?, katanya. Dia mengerti bahwa jika membuat peraturan seperti peraturan daerah, akan ada kunjungan kerja atau studi banding untuk anggota DPRD.
Tetapi sekali lagi Jokowi meminta agar itu dihentikan. Pada kunjungan kerja, ada studi banding di mana saya juga mengerti. Saya, orang lapangan, mengerti dengan benar. Telah berhenti. Terutama orang yang menghentikan orang, katanya. Menurutnya, pemerintah pusat ingin lebih menyederhanakan peraturan. Ini bisa dilihat dengan merevisi 74 undang-undang menjadi satu undang-undang. Padahal, menurut dia, di Amerika Serikat setiap aturan baru yang lahir berarti harus menghapus dua aturan lama. Ini berarti satu hilang dua di Amerika Serikat-red. Apa yang terus kami produksi setiap hari? Sehingga fleksibilitas kita tidak cepat. Gerakan kita menjadi lambat dan tidak cepat. Ini harus dihapus. Kita harus memiliki budaya semacam ini. Saya ingin membuat aturan seperti itu juga. Sekarang menteri ingin membuat permen tetapi mungkin menghilang 10. Sebagian besar peraturan kita pusing sendiri, katanya.

Post a Comment