Menteri Mendesak Grab, Gojek untuk Bekerja Dengan Mengembangkan Mobil Listrik


Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengimbau Gojek dan Grab, aplikator taksi online, untuk berkolaborasi dengan industri lokal untuk mengembangkan mobil listrik.

"Saya telah meminta Gojek dan Grab untuk bekerja sama dengan pabrik-pabrik yang dapat menghasilkan produk besar dan murah. Jika memungkinkan, mobil-mobil tersebut dirakit di Indonesia," kata Sumadi di Yogyakarta, pada hari Minggu, 3 Oktober 2019.

Ini dapat dianggap sebagai upaya untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat, ia menambahkan, karena mereka kemungkinan akan memproduksi mobil dalam jumlah tinggi, Ini juga akan membutuhkan banyak karyawan.

Kendaraan listrik, yang digunakan untuk transportasi umum seperti bus, akan menjadi prioritas untuk diproduksi secara besar-besaran, katanya.

Kementerian Perhubungan sekarang tengah mempersiapkan insentif non-fiskal untuk mendorong masyarakat Indonesia menggunakan kendaraan berjenis listrik, kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi.

Di antara insentif non-fiskal yang telah direncanakan oleh pemerintah untuk diberikan adalah penghapusan biaya parkir; ketersediaan jalur khusus dan biaya transfer kepemilikan kendaraan murah (BBN). Persentase BNN di Jakarta, misalnya, adalah 10 persen sedangkan Jawa Barat 2,5 persen dari harga jual mobil, "katanya.

Selain insentif itu, Setiyadi menunjukkan bahwa kementerian telah mengusulkan tarif gratis untuk tes tipe serta uji berkala dari 0 hingga 50 persen.

Kementerian itu juga memeriksa kemungkinan perbedaan registrasi kendaraan untuk kendaraan listrik dari yang konvensional seperti yang sudah diterapkan di negara lain, tambahnya.

Tidak ada komentar