Soal Dialog Perlucutan Senjata Nuklir Trilateral
China berbicara tentang perundingan perlucutan senjata tiga pihak dengan Amerika Serikat dan Rusia. Beijing menyatakan bahwa pihaknya tidak melihat alasan untuk merundingkan pelucutan trilateral, terutama karena kondisi untuk melakukan hal itu tidak ada. Kami percaya bahwa sama sekali tidak ada alasan atau ketentuan untuk menegosiasikan perlucutan senjata trilateral dengan partisipasi Amerika Serikat dan Rusia. China tidak akan ambil bagian di dalamnya, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang. Kami telah mengatakan bahwa Amerika Serikat terus-menerus berusaha melibatkan Cina dalam perjanjian ini. Menurutnya, AS memikul tanggung jawab khusus karena memiliki persenjataan nuklir terbesar dan paling modern. Amerika Serikat harus menanggapi seruan Rusia untuk perpanjangan perjanjian START baru.
Mengurangi persenjataan nuklir besarnya untuk menciptakan kondisi bagi negara-negara nuklir lain untuk memasuki negosiasi ini, jelasnya.Sejak penghentian Perjanjian Senjata Nuklir Jangka Menengah antara Washington dan Moskow pada bulan Agustus, Presiden AS Donald Trump telah berulang kali menyebutkan kemungkinan membangun perjanjian pengendalian senjata baru yang mencakup Rusia dan Cina. Perjanjian START yang baru adalah perjanjian kontrol senjata yang tersisa yang berlaku antara Rusia dan AS. Perjanjian ini menetapkan bahwa jumlah peluncur rudal nuklir strategis harus dikurangi setengahnya dan membatasi jumlah hulu ledak nuklir strategis yang dikerahkan ke 1.550. Perjanjian itu akan berakhir pada Februari 2021 dan AS sejauh ini belum mengumumkan rencana untuk memperpanjangnya, sementara Rusia telah berulang kali menekankan bahwa ia siap untuk dialog tentang masa depan perjanjian.

Post a Comment