Prabowo Subianto Kembali Mengkritik Soal Upaya Pemerintah Dalam Mengelola Utang Negara
Prabowo Subianto selaku Ketua Umum Partai Politik Geridnra sekaligus Calon Kandidat Presiden, sekali lagi mengkritik upaya pemerintah dalam mengelola utang negara. Prabowo Subianto mengatakan utang negara itu secara bertahap meningkat pada setiap harinya.
Utang negara terus meningkat sebesar Rp 1 triliun setiap hari nya," kata Bapak Prabowo Subianto saat acara bedah buku di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Selatan, pada hari Sabtu, 1 September 2019.
Pernyataan itu memicu berbagai komentar dari para penonton. Siapa yang akan membayar utang, Tuan?" Teriak seorang pengunjung. Kemudian orang lain memuji, jadi marilah mengubah presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang akan datang."
Menurut Pak Prabowo Subianto, kenaikan utang meningkatkan masalah ketimpangan antara orang kaya dan orang miskin. Jika fenomena ini tidak bisa lebih ditingkatkan lagi, tambahnya, Negara Indonesia akan mengalami kebangkrutan.
Pertumbuhan ekonomi tidak berkembang, apalagi Indonesia saat ini menghadapi ancaman menjadi negara miskin selamanya. Ya, memang benar bahwa banyak orang kaya di negara ini. 40 orang terkaya di Negara Indonesia yang memiliki 584.000 kali kekayaan dibandingkan dengan kekayaan rata-rata orang yang ada di Indonesia, "kata Ketua Umum Partai Gerindra.
Prabowo Subianto memberikan pidato sebagai pembicara kunci pada acara yang menghadirkan 24 pembicara. Hadir dalam acara tersebut yang hadir merupakan para profesor, cendekiawan, dosen, guru, dan pengamat untuk membahas buku yang ditulis oleh Bapak Prabowo Subianto yang berjudul Paradoks Indonesia.

Post a Comment