Dewan Jakarta Merencanakan Rapat Pleno Tentang Pemilihan Wakil Gubernur


Beberapa kemajuan telah dibuat dalam saga wakil gubernur DKI Jakarta, ketika pemerintah kota menyerahkan surat kepada Dewan Jakarta pada hari Senin, 4 Maret 2019 mengenai dua nama yang diusulkan untuk mengisi posisi tersebut.

Sekretaris Dewan Kota Bapak Muhammad Yuliadi mengatakan pada hari Senin bahwa ia telah menerima surat itu sekitar pukul 8 pagi.

Saya menerima surat itu pada jam 8 pagi yang langsung disampaikan oleh Kepala Daerah dan Kepala Biro Kerjasama Luar Negeri Jakarta Mawardi, katanya.

Yuliadi melanjutkan dengan mengatakan bahwa dia telah memberi tahu pembicara Dewan Jakarta Bapak Prasetio Edi Marsudi tentang surat itu.

Pembicara dewan akan berbicara dengan Badan Konsultatif dewan tentang kode etik dan mengatur pertemuan pleno untuk menunjuk salah satu dari dua kandidat.

Setelah beberapa penundaan dan tarik ulur yang berkepanjangan, dua partai politik yang mendukung Gubernur DKI Jakarta Bapak Anies Baswedan dan wakilnya Bapak Sandiaga Uno selama pemilihan gubernur 2017 Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengajukan keduanya nama sebagai rekomendasi kepada gubernur pada hari Jumat, 1 Maret 2019.

Kedua nama tersebut adalah Agung Yulianto, berusia 49 tahun, yang saat ini menjabat sebagai sekretaris PKS Jakarta dan Ahmad Syaikhu, berusia 54 tahun, yang sekarang menjadi ketua PKS Jawa Barat. Keduanya dinominasikan oleh PKS.

Bolak-balik dalam masalah ini adalah hasil dari Gerindra menginginkan posisi, yang menurutnya seharusnya disediakan untuk salah satu anggotanya.

Sandiaga Uno adalah anggota partai Gerindra, sementara Anies Baswedan non-partisan.

Namun, PKS bersikeras bahwa jabatan tersebut diberikan kepada salah satu anggotanya karena partai Gerindra memutuskan untuk memasangkan pemimpinnya Bapak Prabowo Subianto dengan Sandiaga dan bukan pemimpin PKS untuk pemilihan presiden.

Pos tersebut telah kosong sejak bulan Agustus tahun lalu setelah pengunduran diri Bapak Sandiaga Uno.

Tidak ada komentar