Sekolah Perempuan Ciliwung Untuk Mengurangi Kekerasan Dalam Rumah Tangga Melalui Pendidikan


Sekolah Perempuan Ciliwung di Jakarta Selatan telah merangkul perempuan di daerah tersebut untuk mengurangi kekerasan melalui pendidikan dan pemberdayaan perempuan. Sekolah itu dinamai Ciliwung, yang mengalir dari Bogor di Jawa Barat ke Jakarta.

Saya berharap pendidikan pada satu topik di Sekolah Perempuan Ciliwung dapat mengurangi jumlah kasus kekerasan dalam rumah tangga, kata kepala sekolah Musriyah di sini, pada hari Senin, 20 Mei 2019.

Musriyah yang telah menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya kekerasan.

Sekolah ini adalah forum bagi perempuan untuk menemukan solusi untuk membangun kesetaraan gender di lingkungan, terutama di keluarga, katanya.

Sekolah mingguan terletak di Rawajati, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan. Anggota akan mempelajari berbagai topik termasuk kesetaraan gender, peran perempuan, kesehatan reproduksi, komunikasi, dan metode untuk mengatasi masalah dan mencari solusi.

Sekolah Perempuan didirikan pada tahun 2003 oleh Institut Pendidikan Alternatif dan sekarang memiliki 100 anggota.

Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan telah mencatat 348.446 kasus kekerasan terhadap perempuan pada tahun 2017, meningkat 74 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kekerasan dalam rumah tangga menunjukkan kejadian tertinggi 71 persen, diikuti oleh domain komunitas (26 persen), dan di domain negara (1,8 persen), menurut komisi tersebut.

Untuk kekerasan dalam rumah tangga sendiri, kasus tertinggi adalah pelecehan fisik (41 persen), diikuti oleh pelecehan seksual (31 persen), pelecehan psikologis (15 persen), dan kekerasan ekonomi (13 persen).

Tidak ada komentar