Volume Air Di Pintu Air Katulampa Berkurang Drastis Sejak Pertengahan Bulan Juni
Ketika Jawa memasuki musim kemarau, volume air di pintu air Katulampa, yang sebagian besar digunakan untuk irigasi, telah menurun secara signifikan sejak pertengahan bulan Juni 2019.
Petugas pintu air Katulampa, Andi Sudirman mengatakan pada hari Kamis, 11 Juli 2019, bahwa volume air di Sungai Ciliwung mulai berkurang secara drastis pada pertengahan bulan Juni dan terus berlanjut.
Biasanya, volume air Ciliwung di pintu air Katulampa adalah 4000-5000 liter per detik, tetapi saat ini hanya 2500-2700 liter per detik.
Jika 2.700 liter per detik adalah volume air yang tersedia, 2.500 liter akan disalurkan ke irigasi dan 200 liter akan mengalir ke Ciliwung, jika hanya 2500 liter per detik tersedia, maka 2.300 liter disalurkan ke irigasi dan 200 liter mengalir ke Ciliwung untuk ekosistemnya, kata Andi.
Air yang mengalir ke Ciliwung untuk ekosistemnya digunakan oleh orang-orang yang tinggal di tepi sungai untuk kebutuhan sehari-hari, dan oleh perusahaan air kota Bogor, PDAM Bogor.
Sejumlah besar air mengalir menuju irigasi, karena air dari pintu air Katulampa terutama untuk irigasi, memenuhi kebutuhan Kebun Raya Bogor dan Istana Bogor. Airnya diperiksa dengan cermat untuk memastikannya bebas dari sampah, kata Andi.
Selanjutnya, air irigasi digunakan untuk pertanian di Bogor dan Depok dan untuk kebutuhan sehari-hari warga yang tinggal di dekat saluran irigasi, termasuk untuk keperluan industri.
Seorang pejabat di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Amas, mengatakan Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun (PKT) Kebun Raya Bogor, yang berada di bawah yurisdiksi LIPI, membutuhkan air terutama di musim kemarau.
Karena pentingnya air untuk kebun, LIPI telah dibantu sejak tahun 2006 oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan untuk membangun pipa air dari Katulampa ke kebun, yang membentang lebih dari 7 kilometer.

Post a Comment