Airvisual: Ibukota Jakarta Menyatakan Kota Paling Tercemar Di Dunia Pada Kamis Sore


Kualitas udara yang buruk dari Ibu kota Indonesia kembali menjadi sorotan karena pemantau kualitas udara Airvisual menetapkan bahwa Jakarta menempati peringkat kota dengan polusi udara terburuk di dunia pada hari Kamis sore.

Pukul 2 malam pada hari Kamis, Indeks Kualitas Udara (AQI) 160 dengan konsentrasi partikel halus (PM2.5) 73,5 mikrogram per meter kubik (μg / m3), yang dikategorikan tidak sehat, dicatat di Jakarta.

Peringkat kedua adalah Dubai di Uni Emirat Arab dengan AQI 145 dan konsentrasi PM2.5 53,3 μg / m3, diikuti oleh Hong Kong dengan AQI 136 dan konsentrasi PM2,5 47,5 μg / m3.

Angka-angka hanya sedikit berbeda dari pembacaan 5:00 ketika Airvisual mencatat AQI Jakarta pada 157 dengan konsentrasi PM2,5 dari 66,7 μg / m3.

Ibukotanya telah beberapa kali diperingkat sebagai kota dengan polusi udara terburuk di dunia menurut perusahaan perangkat lunak pemantauan kualitas udara, melampaui kota-kota yang terkenal tercemar seperti Shanghai di Cina atau Karachi di Pakistan.

Airvisual adalah situs web yang melacak kualitas udara kota-kota besar di seluruh dunia secara real time. Itu dapat diakses melalui airvisual.com.

Pemerintah kota telah berusaha keras untuk mencegah polusi udara abadi di ibukota. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga mengeluarkan instruksi gubernur tentang kontrol kualitas udara pada tanggal 1 Agustus 2019.

Beberapa langkah yang diuraikan dalam instruksi ini adalah untuk memperluas kebijakan lalu lintas yang genap, membatasi usia angkutan umum dan kendaraan pribadi, memperketat tes emisi, memperketat kontrol pada cerobong industri dan mempromosikan penggunaan tanaman yang menyerap polutan.

Tidak ada komentar