Empat Anak Tewas Setelah Gorong-gorong Runtuh Di Sumatera Utara
Empat anak tewas setelah dikubur di bawah reruntuhan gorong-gorong di desa Sei Raja di Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatra Utara pada hari Senin.
Keempat anak itu mencari ikan di air di dalam gorong-gorong ketika strukturnya runtuh.
Mereka diidentifikasi sebagai Firdhana Arya Sandi, berumur 15 tahun, Raihan Parada Siregar, berumur 11 tahun, Apriansah, berumur 10 tahun, dan Iqbal Wiko Yoduwi, berumur 7 tahun.
Kepala desa Sei Raja, Hery Sahrizal Siregar mengatakan, kecelakaan tragis itu terjadi sekitar pukul 3.30 malam.
Awalnya, tujuh anak berpartisipasi dalam mencari ikan di parit di sebelah jalan utama desa.
Setelah beberapa jam, empat dari mereka memutuskan untuk memasuki gorong-gorong, sementara tiga lainnya, Ilham, Anjas dan Birong, memilih untuk tetap di luar.
Tidak lama setelah keempatnya masuk, gorong-gorong yang dibangun pada tahun 1990, sebagian hancur dan menghalangi satu-satunya jalan masuk dan keluar.
Menyadari bahwa teman-teman mereka terjebak, ketiga anak yang tersisa segera mencari bantuan dari penduduk terdekat.
Bekerja bersama, polisi, tentara, dan penduduk hanya dapat menemukan mayat dari gorong-gorong.
Mereka berempat meninggal karena kekurangan oksigen setelah terlalu lama terperangkap di dalam, kata Hery kepada pernyataan tertulis pada hari, Selasa, 6 Juli 2019.
Keluarga telah menerima mayat para korban, yang akan dimakamkan pada hari Selasa.

Post a Comment