Bupati Bogor Menginginkan Bus Yang Ditinggalkan Untuk Digunakan Sebagai Transportasi Sekolah


Bupati Bogor Ade Yasin telah mengusulkan agar ratusan bus Transjakarta yang bermalas-malasan di lapangan kosong di Kabupaten Dramaga, Jawa Barat, untuk digunakan sebagai bus sekolah.

Bus-bus itu tidak memiliki izin untuk beroperasi sebagai transportasi umum, jadi mengapa kami tidak menjadikannya sebagai bus sekolah, kata Ade.

Menurut dia, beberapa dari 300 bus yang ditinggalkan masih berfungsi. Ade bersikeras bus fungsional digunakan untuk kepentingan publik.

Karena bus-bus ini terletak tidak terlalu jauh dari jalan, saya pikir tidak bijaksana untuk menyimpannya terlalu lama, kata Ade Yasin seperti dalam keterangan tertulis pada hari Rabu, 7 Juli 2019.

Ade mengatakan akan mengirim surat keberatan kepada pemilik bus. Meskipun disimpan di properti pribadi, menurutnya perlu ada koordinasi antara pemerintah Bogor dan pemiliknya.

Sementara itu, operator bus milik pemerintah Transjakarta mengatakan ratusan bus yang berhenti di Bogor dan Ciputat, Tangerang Selatan, tidak dimiliki oleh perusahaan.

Kita perlu mengklarifikasi bahwa bus yang ditinggalkan di kedua lokasi itu bukan milik kita, kata kepala humas Transjakarta Wibowo.

Wibowo menegaskan kembali pernyataan direktur layanan dan pengembangan perusahaan, Achmad Izzul Waro sebelumnya, yang mengklaim bahwa bus-bus yang ditinggalkan adalah hasil dari pengadaan pemerintah Jakarta tahun 2013, yang akhirnya dibatalkan sebelum bus-bus mendapat kesempatan untuk beroperasi di jalan-jalan.

Tidak ada komentar