Pasukan Rusia Meningkat Tiga Kali Lipat
Rusia telah melipattigakan kehadiran militernya di Crimea sejak mencaplok semenanjung itu pada 2014 untuk kemungkinan operasi ofensif terhadap Ukraina. Laporan intelijen yang dikeluarkan oleh Badan Intelijen Asing Estonia mengatakan. Menurut laporan itu pasukan Rusia telah meningkat secara dramatis dengan sejumlah besar personel, kendaraan lapis baja, artileri, pesawat terbang dan kapal dipindahkan ke republik yang sebelumnya otonom di Ukraina selatan. Tujuan memperkuat pasukan adalah untuk menempatkan unit dan peralatan Rusia untuk kemungkinan operasi ofensif jauh ke dalam Ukraina dalam hal konfrontasi yang lebih luas, dan secara efektif mencegah kedatangan bantuan internasional ke negara itu, kata laporan itu seperti dikutip oleh Washington Examiner, Kamis . Laporan itu mengatakan Rusia menambah jumlah pasukannya di Krimea dari 12.500 menjadi 31.500 antara 2014 dan 2018. Angka itu mengutip statistik dari situs intelijen InformNapalm. Sementara kendaraan lapis baja meningkat dari 92 menjadi 583, sementara sistem artileri naik dari 24 menjadi 162. Jumlah pesawat juga meningkat hampir enam kali lipat, dari 22 menjadi 122. Pasukan Angkatan Laut Rusia juga secara signifikan meningkatkan kehadirannya di sana, dengan jumlah tersebut meningkat dari 27 menjadi 78. Rusia telah lama mempertahankan pelabuhan di Krimea, yang dianggap penting untuk kepentingan keamanannya di Laut Hitam.
Estonia, anggota NATO yang berlokasi di wilayah Baltik Eropa, berada di garis depan melawan agresi Rusia. Pejabat Estonia telah mengeluh selama bertahun-tahun tentang Rusia yang menargetkan negara mereka dengan serangan informasi yang salah dan propaganda. Meskipun relatif kecil, Estonia telah sangat fokus pada agresi Rusia sejak menjadi korban serangan cyber besar-besaran pada 2007. Serangan itu melumpuhkan bank, media, dan agen pemerintah untuk sementara waktu. Estonia menyalahkan Rusia atas serangan itu, meskipun keterlibatan langsung Kremlin belum terbukti. Amerika Serikat telah memberi Ukraina dukungan militer senilai 1,5 miliar dolar AS sejak aneksasi Krimea pada 2014, dan Pentagon berencana mengembalikan dana senilai 250 juta dolar AS untuk membeli berbagai senjata dan peralatan. Sementara itu Rusia terus mendukung separatis di Ukraina timur. Pengamat internasional menyaksikan semua pasukan Rusia memasuki Ukraina timur yang diduduki tahun lalu dan menemukan sistem perang elektronik Rusia di sana awal tahun ini. Pertempuran antara pasukan Ukraina dan separatis yang didukung Rusia telah berlanjut selama bertahun-tahun meskipun gencatan senjata diumumkan pada tahun 2015. Meskipun demikian, pengawas internasional telah melaporkan pengurangan kekerasan sejak 21 Juli.

Post a Comment