Kolam Pemancingan Mengering Di Tengah Musim Kemarau Yang Intens Di Jakarta Utara
Kolam-kolam pemancingan di Jakarta Utara mengering, membunuh ratusan ikan dan memaksa pemerintah kota menangani bulan-bulan tanpa hujan di tengah musim kemarau yang berkepanjangan.
Retakan tanah mulai terbentuk di dasar dua kolam pemancingan di Kecamatan Rawabadak Utara di Kabupaten Koja.
Genangan kecil berisi lumpur dan ratusan ikan mati terlihat di kolam kering yang terletak di dekat tempat umum ramah anak Radar Pembangunan.
Pemandangan serupa terlihat di kolam lain yang terletak di dekat depot limbah kabupaten, dengan retakan tanah di dasar kolam lebih jelas dari sebelumnya karena kurangnya air.
Darussalam, berusia 40 tahun, seorang penduduk di daerah itu, mengatakan kolam ikan kering adalah hal biasa selama musim kemarau, yang dimulai dua bulan sebelumnya.
Kolam mulai mengering dua bulan lalu, di sekitar Idul Fitri. Biasanya kolam terisi saat musim hujan, hanya mengering selama musim kemarau, dan siklusnya terus berlanjut, katanya, pada hari Jumat.
Kondisi cuaca mengganggu kegiatan memancing di daerah tersebut, yang menyebabkan penurunan pengunjung.
Ketika kolam diisi dengan air, kompetisi memancing biasanya diadakan setiap hari Minggu. Biasanya ada kerumunan besar selama kompetisi, kata Darussalam.
Dia mengatakan sebagian besar ikan mati yang ditemukan di dasar kolam adalah benih ikan nila yang mati setelah kolam mengering.
Warga di daerah itu, lanjutnya, harus menunggu sampai musim hujan untuk mulai memancing lagi, karena mereka tidak memiliki pilihan lain untuk mengisi ulang kolam.

Post a Comment