Aktivis Dorong Presiden Jokowi Untuk Menyelesaikan Kasus Pembunuhan Munir
Koalisi Keadilan untuk Munir telah meminta Presiden Joko Widodo atau Jokowi memenuhi janjinya untuk mengungkap dalang di balik pembunuhan aktivis HAM Munir. Lima belas tahun setelah Munir dibunuh pada tanggal 7 September 2005, si pembunuh tetap tidak dikenal.
Saya menegaskan presiden untuk tidak memakan kata-katanya sendiri. Memenuhi janji yang pernah dibuat. Jika Presiden Jokowi berjanji untuk menyelesaikannya, maka janji itu harus ditepati, kata istri mendiang Munir, Suciwati, di markas KontraS, pada hari Jumat, 6 September 2019.
Menurut Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Jokowi pernah menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan kasus ini dalam pertemuan tahun 2016 dengan para pakar hukum di Istana Negara.
Koordinator KontraS, Yati Andriyani, menyesalkan bahwa janji yang pernah dibuat presiden masih tergantung pada perkembangan substansial.
Belum ada tindakan signifikan yang dilakukan oleh Presiden Jokowi hingga masa terakhir pemerintahan pertamanya, kata Yati.
Yati menambahkan bahwa salah satu masalah yang perlu ditangani oleh presiden adalah deklasifikasi dokumen dari tim yang didedikasikan untuk menyelesaikan kasus pembunuhan Munir, tim pencari fakta (TGPF).
KontraS pernah secara resmi meminta presiden Jokowi untuk mengungkapkan temuan TGPF kepada publik tetapi bertemu dengan putusan Mahkamah Agung yang menyatakan bahwa Sekretaris Negara tidak memiliki dokumen yang sangat penting.
Post a Comment