BMKG Memperingatkan Cuaca Ekstrem Sebelum Puncak Musim Hujan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah meminta masyarakat untuk tetap
waspada tentang cuaca ekstrem di seluruh negeri dalam dua bulan ke depan selama peralihan ke musim hujan.
Kepala departemen ramalan cuaca BMKG, Miming Saepudin mengatakan, agensi memperkirakan musim hujan akan mencapai puncaknya pada bulan Januari dan Februari tahun depan. Namun, di bulan November dan Desember kemungkinan akan melihat cuaca buruk dan meningkatnya kemungkinan bencana hidrometeorologis.
“Kita harus memperhatikan potensi cuaca ekstrem selama periode transisi musiman, termasuk menaruh beliung tornado lemah, hujan es dan suhu ekstrem,” jelas Miming Saepudin.
Menurut agen tersebut, hujan setelah musim kemarau yang berkepanjangan diprediksi akan melanda Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan bagian utara Papua, di antara wilayah-wilayah lainnya.
“Aceh dan Sumatra harus waspada terhadap banjir dan tanah longsor,” katanya.
Surfing berat dapat terjadi di perairan Sumatra selatan dan barat daya serta Jawa selatan, mencapai ketinggian hingga 2,5 meter, prediksi BMKG.
“Waspadalah terhadap potensi arus kuat dari Sumatra barat ke Bali selatan dan Nusa Tenggara Barat,” kata Miming Saepudin.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengalokasikan Rp 850 miliar (US $ 60,6 juta) untuk bantuan bencana hingga akhir tahun ini. Uang itu akan digunakan untuk mengurangi bencana hidrometeorologis, termasuk banjir dan tanah longsor, di wilayah mana pun di negara ini.
Post a Comment