Mahfud MD Memperingatkan Propaganda Politik Menjelang Peringatan OPM


Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD telah menyerukan kepada publik untuk waspada terhadap propaganda politik yang bertujuan menghasut kerusuhan selama peringatan ulang tahun Gerakan Papua Merdeka (OPM) pada tanggal 1 Desember 2019.

Menteri mengatakan bahwa orang Papua perlu "berhati-hati secara politis" tentang upaya untuk membentuk "opini publik" mengenai wilayah yang bergolak yang tidak mencerminkan situasi sebenarnya.

"Kami sudah mengantisipasi semua ini," katanya seperti dalam pernyataan tertulis, pada hari Rabu.

Pihak berwenang telah menyiapkan strategi untuk menghadapi kemungkinan gangguan keamanan selama peringatan OPM, kata Mahfud. Pemerintah, lanjutnya, akan memastikan bahwa pendekatan keamanannya tidak akan membahayakan masyarakat.

“Kami memiliki SOP (Prosedur Operasi Standar). Jika ada pelanggaran terhadap SOP, kami akan mengambil tindakan terhadapnya, termasuk yang dilakukan oleh petugas keamanan."

Papua dan Papua Barat baru-baru ini dicengkeram oleh kerusuhan sipil yang dipicu oleh insiden rasial di Surabaya, Jawa Timur, pada bulan Agustus dan lainnya yang melibatkan seorang guru di Wamena, Papua, pada bulan September 2019.

Setelah serangkaian demonstrasi dan kerusuhan hebat yang menewaskan lebih dari 30 orang, pemerintah mengklaim telah mengendalikan situasi di kedua provinsi tersebut.

Beberapa orang Papua mengklaim tanggal 1 Desember sebagai kelahiran negara Papua Barat pada tahun 1961. Tahun lalu, polisi menangkap lebih dari 500 orang Papua di beberapa kota karena bergabung dalam aksi unjuk rasa untuk menandai peristiwa tersebut dan menuntut referendum untuk kemerdekaan Papua.

Tidak ada komentar