Pejabat Tinggi Majalengka Dituduh Menembak Kontraktor Dalam Pertikaian Hutang


Seorang pejabat tinggi di pemerintahan Majalengka di Jawa Barat diduga menembak seorang kontraktor yang memintanya membayar utang dalam perselisihan mengenai proyek konstruksi.

Pegawai negeri itu bekerja sebagai kepala unit keuangan dan pengembangan Kantor Sekretaris Daerah Majalengka dan juga dilaporkan sebagai putra Bupati Majalengka, Karna Sobahi. Peristiwa itu terjadi pada hari Minggu ketika korban, yang diidentifikasi sebagai Panji Pamungkasadi, meminta petugas membayar utangnya.

Panji mengalami luka tembak di lengan kirinya dan saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Majalengka.

Kapolres Majalengka, Kombes Sr. Mariyono mengatakan mereka belum menyebut pejabat tinggi itu sebagai tersangka, tetapi dia tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa dialah yang melukai kontraktor. Polisi sedang menyelidiki insiden itu dan menentukan apakah proses penagihan utang sudah selesai. Polisi telah memeriksa enam saksi dalam kasus ini.

"Kami masih menyelidiki kasus ini," kata Mariyono kepada pernyataan tertulis Post pada hari Rabu.

Wakil Mariyono, Kombes. Hidayatullah, mengatakan seperti dikutip oleh kantor berita Antara pada hari Selasa bahwa "pelaku diduga adalah putra bupati Majalengka".

Berdasarkan penyelidikan mereka, polisi menemukan bahwa penembak menggunakan pistol kaliber 9 mm dengan peluru karet. Pistol dilisensikan dan didaftarkan di bawah Asosiasi Penembakan Indonesia. Pejabat terdakwa sendiri juga dinyatakan sebagai ketua cabang asosiasi di Majalengka.

Tidak ada komentar