Polisi Mencari Ulama Yang Diyakini Telah Meradikalisasi Pembom Medan


Polisi Sumatera Utara dan pasukan kontraterorisme Polri Densus 88 memburu seorang ulama yang diyakini telah mempengaruhi pelaku bom bunuh diri yang menyerang markas besar Kepolisian Medan pada hari Rabu.

Penyelidik telah menetapkan identitas ulama, wakil kepala Kepolisian Sumatera Utara Brigjen. Jenderal Mardiaz Kusin Dwihananto berkata. Ulama tersebut dituduh sebagai pemimpin spiritual yang menggoyahkan pelaku bom bunuh diri, yang diidentifikasi sebagai warga Muslim Rabbial Muslim Medan alias Dedek, untuk melakukan kejahatan tersebut.

“Orang yang kita buru diyakini sebagai imam pelaku bom bunuh diri di markas besar Kepolisian Medan. Kami memiliki informasi tentang identitasnya, ”katanya di Rumah Sakit Bhayangkara setelah mengunjungi korban yang terluka pada Rabu malam.

Dia menambahkan bahwa polisi telah menggeledah rumah dugaan ulama di daerah Belawan, tetapi dia tidak ditemukan.

Penyelidik juga menanyai beberapa orang yang terhubung dengan Dedek, yang meledakkan dirinya di kantor polisi pada Rabu pagi. 24 tahun meninggal di tempat sementara setidaknya enam orang terluka akibat ledakan itu.

Semua informasi akan dikumpulkan untuk mengungkapkan jaringan Dedek, Mardiaz menambahkan.

Meskipun pelaku bom bunuh diri diperkirakan telah melakukan serangan itu sendiri, polisi sedang mencari kemungkinan koneksi ke kelompok teror yang berafiliasi dengan negara Islam Jamaah Ansharut Daulah (JAD), yang telah berada di balik sejumlah serangan teroris di Indonesia.

Tidak ada komentar