Jokowi Memerintahkan Polisi Top Indonesia Untuk Mengungkapkan Penyerang Novel Baswedan Secepatnya
Presiden Joko Widodo atau Pak Jokowi telah menginstruksikan Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Idham Azis untuk segera mengungkap pelaku di balik serangan masam terhadap penyelidik utama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.
Jokowi memanggil Idham untuk pertemuan di Istana Negara pada hari Senin, di mana Presiden mengatakan dia telah bertanya kepada polisi top negara itu tentang apakah ada perkembangan baru dalam penyelidikan kasus Novel.
"Idham mengatakan tim telah menemukan sesuatu yang mengarah ke kesimpulan," kata Jokowi kepada wartawan di Jakarta, pada hari Rabu.
“Saya mengatakan kepada Idham untuk mengungkap pelaku sesegera mungkin,” katanya, “Saya tidak mengatakan dalam beberapa bulan. Jika saya mengatakan 'sesegera mungkin' itu akan terungkap dalam beberapa hari. "
Presiden, bagaimanapun, menolak untuk menguraikan temuan baru polisi.
Serangan itu terjadi pada 11 April 2017, ketika dua pria tak dikenal melemparkan asam ke wajah Novel ketika penyidik sedang dalam perjalanan pulang dari sholat subuh di sebuah masjid di dekat rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Mata kiri Novel mengalami cedera parah akibat serangan itu.
Kasus ini tidak terselesaikan selama hampir tiga tahun sebagai serangkaian investigasi baik yang dilakukan oleh polisi maupun tim pencari fakta yang dibentuk oleh mantan kepala Kepolisian Nasional Jenderal (Purn.) Tito Karnavian, yang sekarang menjadi menteri dalam negeri belum mengidentifikasi pelaku.
Setelah pelantikan Idham Azis sebagai polisi top negara pada tanggal 1 Oktober, Jokowi menginstruksikan mantan kepala Departemen Investigasi Kriminal Nasional (Bareskrim) yang sebelumnya memimpin tim pencari fakta Novel untuk menyelesaikan kasus serangan asam pada awal bulan ini.
Juru bicara Kepolisian Nasional Insp. Jenderal M. Iqbal sebelumnya mengatakan polisi telah meminta Presiden waktu tambahan untuk menyelesaikan penyelidikan.
Post a Comment