Bocah Jadi Pengebom Bunuh Diri
Nahas, setidaknya lima orang tewas setelah seorang pembom bunuh diri menyerang pernikahan di Afghanistan timur. Lusinan orang lainnya menderita luka-luka akibat ledakan mematikan ini. Seperti dilaporkan oleh AFP dan pada hari Jumat, pihak berwenang setempat mengatakan pelaku bom bunuh diri berjalan ke sebuah pernikahan yang berlangsung di daerah Nangarhar pada hari Jumat. Juru Bicara untuk Gubernur Nangarhar, Atahullah Khogyani, menyebut pembom sebagai seorang anak laki-laki. Khogyani menyatakan bahwa pelaku meledakkan dirinya di dalam rumah seorang komandan milisi pro-pemerintah di distrik Pacheragam. Pagi ini pukul 08.00 waktu setempat, seorang pembom bunuh diri meledakkan dirinya di sebuah pernikahan di distrik Pachiragam, kata Khogyani dalam sebuah pernyataan.Akibatnya, lima orang tewas, lebih dari 40 orang terluka, tambahnya. Khogyani menambahkan bahwa yang terluka telah dilarikan ke rumah sakit setempat. Secara terpisah, warga setempat mengatakan jumlah korban tewas mencapai 10 orang. Sementara itu, pejabat distrik Pachiragam Hazrat Khan Khaksar mengatakan 14 orang tewas.
Belum diketahui motif di balik pemboman bunuh diri ini. Tidak ada kelompok atau pihak tertentu yang mengklaim bertanggung jawab. Taliban, yang telah berjanji untuk mengurangi jumlah korban sipil dalam serangan itu, telah membantah bertanggung jawab atas ledakan bom di Nangarhar. Diketahui bahwa lokasi bom bunuh diri dekat dengan perbatasan Pakistan yang dihuni oleh berbagai gerilyawan, termasuk Negara Islam Irak dan Suriah, yang diketahui sering melakukan serangan bom bunuh diri dan serangan terhadap kantor-kantor pemerintah, sekolah-sekolah dan kelompok-kelompok kemanusiaan setempat. Menurut Khogyani, seperti dikutip oleh BBC, serangan bom ini sengaja ditujukan pada komandan milisi pro-pemerintah yang namanya adalah tuan rumah pernikahan. Milisi pro-pemerintah di Afghanistan telah sering bekerja dengan militer Afghanistan untuk mencegah daerah jatuh ke tangan Taliban dan ISIS. Bulan lalu, Taliban membunuh 26 anggota milisi pro-pemerintah dalam serangan di Afghanistan Utara.

Post a Comment