BMKG Memperingatkan Tsunami Dua Jam Setelah Gempa Banten Sebagai Tindakan Pencegahan


Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan tsunami setelah gempa berkekuatan 7,4 melanda Banten pada hari Jumat malam sambil mendesak warga untuk tetap tenang.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, badan itu masih memperingatkan warga yang tinggal di sepanjang pantai selatan Banten untuk menghindari pantai dan pindah ke tempat-tempat tinggi.

Episentrum gempa terletak 147 kilometer barat daya di lepas pantai Sumur, Banten, pada kedalaman 10 km. Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mengatakan dalam pengumumannya, sementara itu, itu adalah gempa berkekuatan 6,8 skala Richter.

Beberapa menit setelah gempa, BMKG menyiagakan warga di Pandeglang, Banten, dan Lampung Barat di provinsi Lampung untuk bersiap menghadapi gelombang setinggi 3 meter.

Prosedur operasi standar kami mengharuskan kami menjaga peringatan tsunami selama dua jam setelah perkiraan waktu ketika gelombang mencapai pantai, kata Dwikorita dalam konferensi pers yang disiarkan televisi pada hari Jumat malam, 2 Juli 2019.

Ketika peringatan dipicu pada jam 7:35, agensi mengatakan akan menunggu sampai jam 9:35 malam. untuk mengangkatnya.

Tremor terasa di Jakarta, Bandung di Jawa Barat dan daerah lain di bagian selatan Pulau Jawa. Pengguna Twitter telah memposting video yang menunjukkan orang-orang di tempat-tempat seperti Sumur dan Jakarta mengevakuasi bangunan.

Gempa itu sekuat yang menghancurkan Palu, Sulawesi Tengah, pada tahun lalu, yang menewaskan sekitar 2.000 orang dan memicu tsunami.

Tidak ada komentar